Benarkah Kids Zaman Now Adalah Representasi dari Rusaknya Generasi Masa Kini? (KARTINI BAHRUM)
Kita saat ini tengah berada di zaman
milenial dimana pada zaman ini semuanya telah modern, mulai dari
teknologi, peradaban, bahkan perilaku manusia pun ikut terkena
modernisasi. Sangat disayangkan ketika anak-anak yang lahir di zaman
milenial ini banyak yang terkena imbas dari modernisasi. Saat ini,
banyak beredar kata Kids Zaman Now yang merujuk pada kelakuan buruk anak zaman sekarang. Lantas, benarkah kids zaman now menunjukkan bahwa generasi milenial identik dengan kelakuan buruk? Apa sih yang menyebabkan itu terjadi?
1. Orangtua yang nggak kasih perhatian
Faktor
pertama tentunya disebabkan oleh orangtua. Perilaku anak menggambarkan
pola asuh orang tua. Zaman sekarang banyak orang tua yang terlalu sibuk
bekerja demi menafkahi anak, tapi tidak mau melihat atau mengetahui
perkembangan anak. Hal inilah yang menjadi awal dari kemunculan
faktor-faktor lain yang menyebabkan kelakuan anak semakin buruk.
2. Imbas dari modernisasi
Di
zaman milenial ini, semuanya serba modern dan berbau teknologi.
Semuanya serba mudah dan instan sehingga menyebabkan anak zaman milenial
menjadi malas dalam segala hal. Selain itu, modernisasi menyebabkan
semua hal yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh anak menjadi sangat
terbuka dan menjadi faktor pendukung selanjutnya dari rusaknya generasi
masa kini.
3. Pergaulan yang salah
Salah
pergaulan tentunya menjadi faktor yang sangat mendukung bagi rusaknya
kelakuan anak zaman sekarang. Bisa jadi ini merupakan imbas dari faktor
di atas yang menyebabkan para anak-anak yang senasib membentuk suatu
golongan yang pada akhirnya meresahkan masyarakat.
4. Pendidikan sekolah yang tidak tegas
Pola
pendidikan zaman dahulu dan zaman sekarang sangatlah berbeda dalam
segala hal, terutama soal hukuman. Zaman dahulu para guru menghukum
murid dengan sangat keras dan orangtua pun tidak ada yang protes dan
menyebabkan kelakuan generasi terdahulu masih dalam kondisi baik.
Bandingkan dengan sekarang, hukuman paling berat yang diterima siswa
mungkin hanya push up atau dihukum di depan kelas. Itu pun para
orang tua protes. Hal inilah yang menyebabkan anak zaman sekarang
cenderung tidak menghormati guru dan bermanja-manja atau
bermalas-malasan.
5. Menghamba pada istilah, "nakal itu keren"
"Jangan harap dianggap keren kalau nggak ngerokok"
Anak generasi milenial sangatlah mudah dibodohi dengan kata-kata semacam itu. Mindset mereka menganggap bahwa dengan nakal mereka akan dibilang keren. Padahal nakal justru akan membunuh mereka. Mulai dari merokok, narkoba, hingga seks bebas justru akan merusak kesehatan mereka sendiri dan bisa berujung pada kematian.
6. Atau, "Ah, mumpung masih muda!"
Mumpung usianya masih panjang, kenapa nggak dibuat senang-senang aja?Siapa yang akan menjamin bahwa manusia bisa berumur panjang? Tidak ada kan? Para remaja telah berubah mindset-nya
dengan kata-kata tersebut. Mereka menganggap bahwa masa muda harus
dihabiskan dengan bersenang-senang. Padahal, kehidupan setelah lulus
jauh lebih berat dan mereka justru tidak memikirkannya.
Itulah beberapa penyebab dari fenomena kids zaman now
yang sedang hits saat ini, tidak ada asap kalau tidak ada api. Yuk mari
bersama-sama membantu agar anak-anak Indonesia mampu menjadi generasi
yang cemerlang di masa depan.
Komentar
Posting Komentar